+62(341) 1234 567 890 bunga@malangtour.info

5/14/2007

Bonggol Aglonema

5/14/2007

Share it Please
Kalau masalah cerita bonggol dan menumbuhkan tunas, sebelum punya Aglo dalam bentuk tanaman utuh dulu saya kuatnya beli bonggol aja.

Klik untuk melihat foto lainnya...

Jadi cuma nyempil dari teman2 yang punya tanaman dengan batang panjang lalu dengan modal nekat saya coba tanam bonggol itu. Dan alhamdulilah melalui berbagai uji coba media, pupuk, hormon dan doa akhirnya berhasil. Berikut resep yang telah saya coba, mohon maaf kalau tidak terlalu teknis bahasanya, cuma bahasa orang awam saja.

1. Media .
Saya bingung bagaimana membuat media yang steril. Tapi saya mencobanya begini :
Komposisi media tanam saya : Pakis : Sekam Bakar : Pasir Malang dengan perbandingan 3 : 1 : 1

Persiapan Media :
- Pakis remuk saya semprot fungisida, saya cuci dan jemur 8 Jam dengan panas maksimum ( full sun) lalu, saya masukkan dalam plastik saya ikat rapat dan simpan selama satu minggu). Saya pernah coba saya oven pakis itu eee...istri saya marah2..heheh
- Pasir di ayak biar seragam ukurannya, semprot fungisida di cuci dan di jemur, simpan rapat dalam plastik.
- Sekam Bakar di perlakukan sama seperti pakis

2. Persiapan Bonggol.
Untuk ngomong bahasa teknisnya buat bonggol yang layak tanam susah saya, yang jelas kalau selama ini saya pilih bonggol yang tidak terlalu kecil ( diameter > 1cm) dan panjang 2cm, dan kelihatan sehat. Itu berlaku untuk bonggol berakar ataupun gundul.Kalau ada akar yang kelihatan loyo dan tidak segar potong saja. Setelah di potong baik yang berakar maupun gundul saya cuci bersih pakai air biasa lalu saya celup larutan bayclean + fungisida ( 1 liter air 1 cc bayclean + 1 cc fungisida) selama 5-15 menit dan bilas dengan air bersih.

3. Perendaman
Bonggol yang sudah siap, saya rendam dengan larutan hormon. Untuk ini saya pakai NASA hormonic, yang saya baca di labelnya mengandung hormon auksin, giberelin, sitokinin, yang juga katanya para senior , hormon2 ini penting bagi tanaman. ( di anggap promosi juga gak apa2 dah..hahahha). Komposisi larutan 1 tutup botol hormonic : 1 liter air.
Masa perendaman 12 Jam. Hati2 perendaman sebaiknya di tutup, saya pernah merendam pagi2nya hilang mungkin di ambil mickey mouse, soalnya air rendamannya juga habis.

4. Penutupan Luka Bekas Potongan
Setalah perendaman selesai, saya tutup luka bekas potongan dengan gipsum atau semen putih dan salep betadine, dan saya oles dengan rotten secara merata lalu saya angin2kan sebentar biar kering salep
made in saya tadi.

5. Penanaman
Media tanam yang sudah saya siapkan tadi, saya campur dengan komposisi pakis : Sekam Bakar : Pasir malang = 3 : 1 : 1. Setelah campur, saya semprot media tanam tersebut dengan larutan air + B1 + POWER atau super NASA, hingga lembab ( tidak terlalu basah). Lubang pot saya perbesar dan di tambah, untuk memastikan media itu porous dan bisa
melewatkan air , saya beri sterofoam didasar potnya. Bonggol saya tanam,dengan keseluruhannya terpendam kira 1 cm di bawah media, jadi bonggol tidak kelihatan.Posisi penanaman bonggol yang gundul adalah agak miring ( 45 derajat) dari bidang horisontal.
Catatan :
Untuk bonggol yang berakar, saya taburkan sedikit Dekastar di sekitar
akarnya

6 Berdoa
Silakan berdoa menurut Aglo dan kepercayaan masing2, semoga segera
muncul tunas.

7. Penyiraman
Karena media saya porous, untuk penyiraman, saya waktunya hanya mempergunakan feeling dan pengamatan visual. Jika kira2 sudah agak kering saya siram dengan larutan campuran hormonic : pupuk organic
cair : air = 2 cc : 8 cc : 1 liter air. Tempatkan bonggol di tempat remang2 dan kering. Setelah bonggol tumbuh tunas, tetap saya siram
dengan larutan tsb di atas.


Dari hasil saya mencoba, tahap yang paling penting disamping sterelisasi bonggol dan media adalah perendaman bonggol dengan larutan hormon ( bisa dari produk apa saja, kebetulan saya memakai NASA). Saya sudah membandingkan dari bahan , perlakuan dan persiapan yang berbeda, hasilnya yang saya rendam larutan hormon 2 mingguan sudah tumbuh tunas
2-4 cm dan muncul di permukaan media dan jumlahnya 2 -3 tunas. Sedangkan yang tanpa perendaman hormon 1 bulan baru tumbuh dan itu pun maksimal 2 tunas. Saya belum pernah mengalami bonggol yang busuk,
paling2 baru tumbuh sedikit dah laku...hahah.

Sekarang mungkin saya akan mencoba lagi dengan kombinasi di beri Keiki Flicksnya Pak Oy..


Selamat mencoba semoga bermanfaat..kurang lebihnya mohon maaf.

Salam
Yunan Rhedian
http://groups.yahoo.com/group/Aglaonema/


Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam.
http://id.mail.yahoo.com/

0 comments:

Post a Comment