Cara Menanam Vertikultur dengan Botol Bekas - Malang Kota Bunga

Malang Kota Bunga

About tanaman dan bunga. Berkebun Organik.

Breaking

9/29/2018

Cara Menanam Vertikultur dengan Botol Bekas


Dalam menanam vertikultur menggunakan botol bekas, perawatan dan pemeliharaan juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan budidaya. Oleh sebab itu, maka tentu anda harua benar benar mempertimbangkan hal ini.


Dalam instalasi vertikultur untuk budifaya tanaman sayuran anda hanya perlu menyiapkan lokasi untuk meletakkan wadah botol bekas yang berisi tanaman seperti cara menanam tanaman vertikal . Dalam hal ini anda bisa menggunakan lokasi seperti dinding pada bagian belakang rumah, atau juga pagar rumah.


Dalam menanam tanaman menggunakan metode vertikultur tentu yang harus disiapkan adalah botol bekas yang akan digunakan sebagai wadah media Jenis botol bekas yang dapat digunakan adalah yang berbahan dasar plastik, dengan kapasitas minimal 1,1,5-2 liter. Anda bisa menggunakan botol bekas minuman bmineral atau juga minuman bersoda yang mudah di temukan di pasaran.

Vertikultur merupakan salah satu teknik bercocok tanam hidroponik yang sedang trend dan banyak disukai masyarakat. Sebab teknik ini tidak hanya dapat membudidayakan tanaman terutama tanaman sayuran namun juga mampu menghadirkan keindahan. Nilai estetika inilah yang kemudian membuat budidaya tanaman dengan metode vertikultur banyak diminati masyarakat luas.
Terutama bagi mereka yang tinggal di peekotaan dimana relatif memiliki lahan sempit dan terbatas. Maka menanam vertikultur dapat menjadi solusi yang tepat agar rumah dan pekarangan tetap dapat nampak terlihat asri dan hijau.
Jenis tanaman yang dapat ditaman secara vertikultur hanya terbatas kepada tanaman sayuran hijau yang berumur pendek dan berakar pendek. Seperti bayam, kangkung, sawi, pakcoy dan beberapa jenis sayuran lain. Untuk tempat penanaman juga menggunakan botol bekas minuman bersoda atau air mineral sebagaimana cara membuat tanaman vertikultur dengan paralon. Sehingga tentunya hal tersebut juga merupakan upaya yang baik dalam rangka mendaur ulang sampah plastik.
Tentunya hal ini juha menjadi nilai plus dari budidaya tanaman secara vertikultur, selain anda akan mendapatkan produks pertanian yang sehat, organik dan higenis. Tentunya anda juga ikut berupaya melestarikan kembali lingkungan dengan melakukan daur ulang sampah botol plastik.
Nah, tentunya hal ini menjadi sebuah trend yang patut untuk anda coba. Terutama bagi anda yang tinggal di daerah perkotaan dan kawasan padat penduduk. Pastinya anda akan mendapatkan banyak sekali manfaat dari budidaya secara vertikultur ini. Jika anda tertarik untuk mencobanya, maka dapat dilakukan dengan 6 cara menanam vertikultur dengan botol bekas paling sederhana. Simak selengkapnya.
  1. Menyiapkan Botol Bekas dan Media Tanam
Atau anda juga bisa menemukannya di tukang rongsokan yang menerima jual barang bekas seperti botol plastik. Tidak hanya sampai disitu, sebab botol yang anda siapkan tadi tidak dapat langsung digunakan, namun harus dibentuk sedemikian rupa agar dapat dijadikan sebagai wadah tanam. Adapun tahapan dan langkah langkahnya, antara lain adalah sebagai berikut :
  • Cuci bersih botol yang anda dapatkan menggunakan air bersih.
  • Kemudian, sayat bagian botol dari mulai bagian bawah leher botol hingga bagian dasar botol.
  • Sayatan dibuat dengan bentuk persegi panjang dengan lebar 3-5 cm dan panjang disesuaikan dengan panjang botol.
  • Selanjutnya kemudian botol diisi dengan media tanam yang dikehendaki.
  • Biasanya dalam budidaya vertikultur media yanh direkomendasikan untuk digunakan seperti pasir atau juga media arang sekam atau bisa juga kombinasi antara keduanya.
  • Isikan media tanam hingga penuh, kemudian letakkan ditempat yang sejuk untuk selanjutnya di lakukan penanaman benih.

2. Memilih Benih Tanaman
Benih tanaman yang akan ditanam tentu juga harus dipersiapkan. Untuk jenis sayuran seperti bayam dan kangkung dapat langsung ditanamkan, namun untuk jenis sayuran sawi sawian terlebih dahulu harus di semai. Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal maka tentu harus menggunakan bibit unggul yang berkualitas. Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian, antara lain sebagai berikut ini :
  • Gunakan benih yang bersertifikat dan resmi serta merupakan bibit unggul.
  • Pilih benih yang berasal dari toko penjualam benih yang sudah terpercaya dan memiliki reputasi yang baik.
  • Selalu perhatikan tanggal kadaluwarsa yang tertera pada label kemasan.
  • Jangan menggunakan benih yang masa kadaluwarsanya sudah dekat.
  • Pastikan benih disimpan ditempat yang sejuk jika belum akan digunakan dan hindarkan dari paparan cahaya matahari langsung.
  • Sebelum digunakan benih terlebih dahulu harus direndam menggunakan air, kemudian diambil bagian yang tenggelam dan buang bagian yang mengambang.
  • Untuk benih yang harus semai, lakukan penyemaian dengan menggunakan media rockwoll.
  • Anda cukup menyiapkan potongan rockwoll dengan ukuran 3x3cm kemudian direndam menggunakan air terlebih dahulu.
  • selanjutnya diletakkan kedalam tray semai kemudian dibuatkan lubang tanam sedalam 0,5-1 cm.
  • Tanamkan benih kedalam lubang tanam 1-2 biji benih.
  • Kemudian letakkan di tempat gelap untuk merangsang proses perkecambahan yang biasanya akan terjadi setelah 3-5 hari setelah semai.
  • Selanjutnya kemudian letakkan di tempat yang terkena cahaya matahari agar batang bibit kokoh.
  • Setelah 10-14 hari kemudian bibit harus segera dipindahkan ke dalam media tanam, agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
3. Pembuatan Instalasi Vertikultur
Anda hanya cukup menggantungkan botol kebagian tembok. Kemudian wadah botol bekas ditata serapi mungkin agar mendapatkan nilai estetika yanh baik. Pastikan bahwa lokasi anda meletakkan wadah merupakan lokasi yang mampu mendapatkan cahaya matahari penuh. Hal ini tentu sangat dibutuhkan oleh tanaman terutama sayuran hijau.

4. Tahapan Penanaman
Penanaman dilakukan dengan cara menanamkan benih kedalam media tanam. Penanaman dapat dilakukan pada pagi atau sore hari agar tanaman mudah beradaptasi. Dalam satu wadah biasanya dapat ditanami lebih dari 1 bibit tanaman.
Tergantung luasan permukaan media, semakin luas tentu akan semakin banyak jumlah tanaman. Lakukan penanman jika binit sudah benar benar siap dipindahlan kelapangan. Sebab jika masih belum siap maka bibit amat rawan untuk mengalami kematian.

5. Perawatan dan Pemeliharaan
Terdapat beberapa hal yang wajib dilakukan dalam pemeliharaan dan perawatan tanaman veetikultur antara lain:
  • Penyiraman
Penyiraman dilakukan minimal setiap 2 kali dalam sehari yakni pada pagi dan sore hari. Gunakan handsprayer dan air bersih agar penyebaran air lebih merata. Pastikan bahwa penyiraman berjalan dengan baik agar pertumbuhan tanaman dapat berjalan dengan baik.
  • Pemberian Larutan Nutrisi
Mengingat media tanam yang di gunakan merupakan media yang tak dapat menyediakan hara alami bagi tanaman. Maka penting untuk memberikan larutan nutrisi sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. Larutan nutrisi yang diberikan berupa larutan AB Mix daun yang khusus di peruntukan untuk sayuran daun. Anda dapat dengan mudah mendapatkannya di toko toko pertanian yang ada di kota anda.

6. Panen dan Pasca Panen
Panen dapat dilakukan sesuai dengan umur dan jenis tanaman yang di tanam. Namun biasanya untuk jenis sayuran daun, panen berkisar 21-25 hari setelah tanam. Atau juga dapat menggunakan kriteria tinggi tanaman jika sudah mencapai tinggi maksimal antara 20-25 cm maka dapat langsung di panen. Segera setelah panen diletakkan ditempat yang sejuk agar kesegaran terjaga dan kualitaa tetap baik.


sumber copas:
https://ilmubudidaya.com/cara-menanam-vertikultur-dengan-botol-bekas

No comments:

Post a Comment